Peraturan akademik sma muhi

 

PERATURAN AKADEMIK

SMA MUHAMMADIYAH I METRO

TAHUN PELAJARAN 20010/2011

Alamat : Jl. Khairbras No. 65 Ganjarasri Metro Barat Telp. 0725.42192 Kota Metro

LEMBAR PENGESAHAN

Peraturan Akademik SMA Muhammadiyah I Metro disahkan dan dinyatakan berlaku penggunaannya  pada Tahun Pelajaran2010/2011.

 

Peraturan Akademik ini berlaku sejak tanggal  ditetapkan.

 

Ditetapkan di    Metro

Pada tanggal   25 Juli 20010

 

Mengetahui

Kepala Sekolah

 

NURHASIM, S.Ag

NBM:  599 906

KATA PENGANTAR

Puji syukur  kita panjatkan kehadirat Allah SWT, tuhan yang maha kuasa yang telah memberikan rahmad-Nya sehingga kami bisa menyusun Peraturan Akademik pada satuan pendidikan SMA Muhammadiyah I  Metro tahun Pelajaran 2010/2011.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sebagai salah satu amanat yang harus

dijalankan oleh satuan pendidikan dalam rangka mengimplementasikan kebijakan

pencapaian Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagaimana yang tertuang dalam

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 16 dan 17, adalah kurikulum

operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.

Pengembangan dan pelaksanaan KTSP merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional (Permendiknas) Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi (SI), Permendiknas

 

Penyusunan Peraturan akademik SMA Muhammadiyah I Metro  melibatkan seluruh pendidik  dalam suatu proses mekanisme musyawarah sehingga  mendapatkan apa yang  diharapkan.  Tujuan dan manfaat dari Peraturan akademik ini adalah sebagai sebuah standar  peraturan terkait proses belajar dan aturan main dalam hal pelayanan hak dan kewajiban  sekolah, pendidik dan peserta didik dalam menjalankan kegiatan belajar.

 

Kepala sekolah SMA Muhammadiyah I Metro menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengkonstribusikan pikiran, waktu, dan tenaga dalam pengembangan dan pembuatan peraturan akademik inii. Saran dan masukan tetap terbuka bagi penyempurnaan Peraturan akademik ini lebih lanjut.

 

Metro, 25 Juli 2010

Kepala Sekolah

 

 

 

 

NURHASIM, S.Ag

NBM:  599 906

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERATURAN AKADEMIK

SMA MUHAMMADIYAH I METRO

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

 

 

Batang Tubuh

A. PERSYARATAN MINIMAL KEHADIRAN SISWA

A. KEHADIRAN

1. Setiap siswa harus  berada di sekolah dari pukul 07.15 s.d. 14.00 untuk kegiatan

KBM untuk hari Senin dan Selasa s.d.Kamis pukul 14.00 serta Jumat  pukul

11.15. WIB

2. Setiap peserta didik kelas X dan XI  dan XII wajib mengikuti tadarus alquran secara serempak dari pukul 07.15 s.d 07.25 WIB

3. Setiap peserta didik wajib memakai baju seragam muslim dan muslimah dengan ketentuan:

a. Senin s.d selasa untuk wanita/laki-laki  rok/celana warna abu abu dan baju warna putih lengan panjang, wanita pakai jilbab abu abu.

b. Selasa sampai Kamis rok/celana warna abu-abu baju putih  dan jilbab putih

c. Jumat dan Sabtu seragam IPM dengan rok celana dan baju IPM jilbab coklat kaos kaki hitam

e. Senin s.d sabtu bagi kelas yang kena jadwal Penjaskes memakai seragam olah raga sewaktu praktik dan bila belajar teori memakai seragam sekolah yang berlaku.

4. Setiap peserta didik wajib hadir  mengikuti proses belajar mengajar minimal 90 persen ; kehadiran   dalam satu semester.

5. Setiap siswa yang tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di kelas  dihitung masuk dalam kegiatan belajar mengajar  apabila:

a. Mengikuti lomba  mewakili sekolah,  Kecamatan, Kota, Propinsi maupun Negara.

b. Mengikuti  rapat IPM

c. Menghadiri upacara/kegiatan yang ditugaskan oleh IPM dan atau sekolah.

d. Mengikuti lomba/pertandingan  seni/olahraga  dari lembaga resmi dengan dibuktikan dengan surat klubnya.

e. Mengerjakan sesuatu yang berkaitan dengan program sekolah.

6. Setiap peserta didik yang tidak dapat mengikuti KBM  karena sakit maksimal  tiga hari ;

– Surat izin yang membuat orang tua/wali, bila satu hari cukup peserta didik yang diketahui oleh orang tua/wali dan sakit/rawat inap lebih tiga hari surat izin dilampiri surat keterangan dokter.

7. Setiap peserta didik boleh tidak masuk karena rawat inap maksimal  1 bulan dan bila lebih satu bulan dianggap mengundurkan diri dan tidak diperbolehkan mengikuti: Ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester, ujian sekolah, ujian nasional dan ujian praktik.

B. Ketentuan Pelaksanaan Ulangan dan Ujian   Dan  Ketentuan Pelaksanaan

Remedial dan Pengayaan

1. Setiap peserta didik yang kehadirannya kurang 90 persen tidak boleh mengikuti ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian nasional.

2.Setiap peserta didik yang dalam ulangan harian belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan  Minimal) wajib mengikuti remidial untuk materi yang nilai belum mencapai minimal KKM dan ulangan perbaikan di sekolah di luar jam pelajaran.

3. Setiap peserta didik boleh mengikuti  ulangan perbaikan pada materi dalam satu soal/indikator yang belum mencapai KBM  sebelum dilanjutkan KD berikutnya.

4. Setiap peserta didik berhak menerima pengembalian hasil ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaiakan kelas setelah diperiksa dan diberi komentar oleh pendidik.

5. Nilai perbaikan ulangan harian setelah remidial boleh mencapai skor maksimal atau ideal pada soal yang diulang saja.

6. Skala nilai untuk  pengetahuan dan praktik memakai skala ratusan dan nilai yang pecahan dibulatkan ke atas contoh ;  74,51 dibulatkan 75.

7. Skala nilai kepribadian, Sangat Baik = A, Baik = B, Kurang  = C

8. Setiap peserta didik wajib mengikuti ujian praktik sekolah, Pendidikan Agama,Bahasa  Indonesia Bahasa Inggeris, Penjaskes, Seni Budaya, TIK, Kimia, Biologi, Fisika dan Mulok.

9. Rumus Nilai Laporan Hasil Belajar = 60 %+RUH+20%Tgs+10%UTS+10%UAS

Atau                                                   = 60 % RUH + 20% UTS + 20 % UAS

Ket : RUH = UH +Tugas

2

10. Nilai pada laporan hasil belajar selalu ada komentar dari pendidik berdasarkan       Kompetensi Dasar yang diselesaaikan dalam satu semester.

11. Setiap peserta didik boleh menyelesaikan

C. Ketentuan Kenaikan Kelas

A. KENAIKAN KELAS

1.      Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran

2.      Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2(dua), dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas  pada semester 1 (satu) harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester 2 (dua)

3.      Peserta didik yang dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.

4.      Peserta didik yang dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri  khas program studi.

Sebagai contoh :

Bagi peserta didik kelas XI

a.       Program IPA, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi

b.      Program IPS, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Geografi, Ekonomi dan Sosiologi

c.       Program Bahasa, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas (kurang) pada mata pelajaran Antropologi, Sastra Indonesia, dan Bahasa Asing lainnya yang menjadi pilihan

5.      Satuan pendidikan dapat menambah kriteria kenaikan kelas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan.

B. PENJURUSAN

1.      Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusan

a.       Penentuan penurusan bagi peserta didik untuk program IPA, IPS dan Bahasa dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X.

b.      Pelaksanaan penjurusan program dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI

2.                  Kriteria penjurusan program meliputi :

a.       Nilai akademik

Peserta didik yang naik kelas XI dan akan mengambil program tertentu yaitu : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Bahasa : boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran-mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program tersebut (lihat Struktur Kurikulum).

Peserta didik yang naik ke kelas XI, dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran, maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program yang dapat diikuti oleh peserta didik, contoh :

o       Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Kimia dan Geografi (2 mata pelajaran cirri khas program  IPA dan 1 ciri khas program IPS), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program Bahasa.

o       Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Fisika (2 mata pelajaran ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas IPA), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPS.

o       Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosiologi, dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran ciri khas IPS dan 1 ciri khas Bahasa), maka peserta didik tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPA.

o       Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Ekonomi dan Bahasa Indonesia (mencangkup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas ketiga program di SMA) maka peserta didik tersebut :

–         Perku dioerhatikan prestasi Pengetahuan, Sikap dan Praktik mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPA seperti Fisika, Kimia, dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPS (Ekonomi, Geografi, Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris). Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud, dapat dilakukan melalui program remedial dan diakhiri dengan ujian. Apabila nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program tertentu ada nilai prestasi yang lebih unggul daripada program lainnya, maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai, wali kelas dengan pertimbangan masukan guru Bimbingan Konseling dapat memutuskan program apa yang dapat dipilih oleh peserta didik

–         Perlu diperhatikan minat peserta didik.

b.      Minat Peserta Didik

Untuk mengetahui minat peserta didik dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara, atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi minat dan bakat

3.      Bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke semua program, diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya. Sekolah harus memfasilitasi agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru.

4.       Batas waktu untuk pindah program ditentukan oleh sekolah paling lambat 1

(satu) bulan

Satuan pendidikan dapat menambah kriteria kenaikan kelas sesuai dengan

karakteristik dan kebutuhan.

 

D.  Ketentuan Kelulusan

1. Mengikuti seluruh Kegiatan Pembelajaran

2.  Mengikuti  Seluruh Kegiatan dan Ujian Praktik

3. Seluruh nilai dari Kelas X harus memenuhi KKM

4  Lulus UN

 

 

 

 

 

E. HAK SISWA MENGGUNAKAN FASILITAS SEKOLAH

1. Setiap peserta didik berhak menggunakan kelas untuk belajar, remidial, diskusi, mengerjakan tugas, ekstrakurikuler, pengayaan dari pukul 06.00 s.d. 16.00 WIB.

2. Setiap peserta didik boleh menggunakan laboratorium, perpustakaan, buku pelajaran, pelantang, buku referensi, komputer,OHP, LCD, tape rekorder, TV, VCD, buku perpustakaan, internet dari pukul 07.30 s.d. pukul 16.00 WIB (sesuai keperluan).

3. Setiap peserta didik boleh menggunakan lapangan basket, voli, halaman sekolah untuk kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler dari pukul 07.30 s.d. 18.00 WIB (sesuai jadwal yang ditentukan).

4.  Setiap Peserta didik boleh menggunakan hot spot  untuk penunjang kegiatan belajar dari pukul 07.30 s.d. 16.00

5.  Setiap Peserta didik boleh menggunakan Perpustakaan dan meminjam buku sesuai aturan yang di tetapkan oleh Petugas Perpustakaan

D. KETENTUAN LAYANAN KONSELING

1. Setiap peserta didik berhak dan boleh mengadakan konsultasi kepada tenaga

pendidik di sekolah pada pukul 07.30 s.d 14.30 WIB

2. Setiap peserta didik berhak dan boleh konsultasi kepada wali kelas dari pukul 07.30 s.d 14.00 WIB kalau sangat penting boleh di rumah wali kelas.

3. Setiap peserta didik berhak dan boleh konsultasi dengan konselor / Bp dari pukul 07.30 s.d 14.00 WIB bila sangat penting dan mendesak boleh di rumah konselor/siswa.

 

 

 

 

 

 

Peraturan akademik ini ditentukan dalam rapat dewan pendidik pada hari Sabtu, tanggal 25  Juli 2010. Jumlah dewan pendidik yang hadir  51 dari 51 dewan pendidik.

Daftar hadir terlampir.

Ditetapkan di   Metro

Pada tanggal   25  Juli 2010

Kepala SMA Muhammadiyah I Metro

 

NURHASIM, S.Ag

NBM:  599 906

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s