Pendidikan Karakter bangsa cambuk kecil untuk sang guru

PENDIDIKAN KARAKTER BANGSA  ”CAMBUK KECIL BUAT GURU”

 

Bangsa Indonesia mengalami degradasi terhadap karakter yang kental dengan adat ketimuran.  Negara lain pun mengakui bahwa  belahan bumi bagian timur adalah belahan bumi yang syarat dengan etika, sopan santun, ramah dan toleransi.  Indonesia adalah contohnya.  Indonesia merupakan negara pengekspor kebudayaan, dan tata krama yang sangat diakui oleh bangsa lain.  Indonesia adalah negara dengan beribu perbedaan yang dengan perbedaan itu Indonesia tidak bercerai, bahkan bersatu sesuai dengan semangan Bhinneka Tunggal Ika yang bermakna berbeda beda tapi tetap satu.  Perbedaan suku yang luar biasa, jawa, bali, madura, batak, minang, lampung, sunda, papua, kalimantan,  ambon dan ribuan suku yang sangat banyak tapi dapat disatukan pada kerajaan majapahit.  Indonesia juga banyak perbedaan lain, tari, lagu daerah,  agama, pakaian adat, sungguh….. semua nya justru memperkaya bangsa sangat  luar biasa dibandingkan dengan bangsa lain.

Tapi ironisnya…… setelah dibelenggu begitu lama  pada era orde baru, kebebasan sekarang justru menyudutkan  kebhinnekaan itu, dari perselisihan antar supporter bola, bagi waris, kepartaian, agama, sara, dan hal hal lain justru yang dulu adalah kekayaan bangsa justru sekarang adalah pemicu konflik,  setiap ada pemilu pasti ada kekacauan bahkan anggota dewan yang terhormat pun yang merupakan putra terbaik bangsa malah menontonkan sikat yang kurang santun, tidak toleran, tidak menghargai pendapat orang lain bahkan memaksakan kepentingan golongan daripada kepentingan negara dan masyarakat.  Bahkan dari itu mereka membuat undang undang yang sedikit justru membela kepentingan  penguasa. Nilai kejujuran mulai terkoyak, koruptor dimana mana,  nilai toleransi terkoyak,  konflik agama di mana mana.

 

Dari sikap sikap yang menyimpang tersebut, kepala negara, Presidan Susilo Bambang Yudhoyono menilai bahwa perlu ditambahkan pendidikan yang mampu mengembalikan karakter karakter tersebut  kembali seperti pada zaman dahulu.   Olah karena itu presiden Pencanangan Pendidikan Karakter secara nasional yang  disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2011.

Hal ini dimaksukan supaya output peserta didik lebih berkarakter dan beradab secara ketimuran sesuai norma norma agama, adat istiadat yang berlaku.

Tapi justru ini adalah cambuk kecil untuk “sang guru” guru adalah orang yang berperan memberikan nilai nilai karakter kepada peserta didiknya  tentu menjadi contoh yang baik kepada  anak didiknya.  guru mengajarkan rasa syukur akan nikmat Allah, tentu sang guru adalah orang pertama yang harus melakukan, guru mengajarkan untuk tidak memaksakan pendapat kepada orang lain, guru mengajarkan untuk sopan santun dalam berbicara dan semuanya  tentunya harus di dukung dengan sikap guru yang baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s