Kegiatan Diseminasi Pengembangan IBL MGMP Kima Kota Metro Ditutup hari ini

 

IMG-20181026-WA0009.jpg

Metro, 26 Oktober 2018. Kegiatan diseminasi pengembangan dan pembelajaran MGMP integrasi pembelajaran IBL dalam implementasi kurikulum 2013 yang diselenggarakan oleh P4TK IPA sebagai kelanjutan Pada rangkaian in service learning ke dua yang dideminasikan kepada para guru kimia kota metro dengan 20 peserta.  Kegiatan ini adalah rangkaian dari dua guru yang telah di latih di P4TK IPA yaitu ibu Kartika Marti, S.Pd dan ibu Endah Wahyuningsih, S.Pd.Si sebagai instruktur pada guru kimia di kota Metro. pada kegiatan ini juga didampingi oleh widya iswara dari p4tk IPA yaitu ibu Dr. Kurniasih, M.Si dan Ibu Hastin, M.Pd.  pada kegiatan ini diharapkan pembelajaran kimia akan semakin bermakna dalam penayajianya karena guru dibekali pendekatan inquiry base learning yang merupakan cara pembelajaran IPA terbaik untuk mendekatkan pembelajaran dengan memahami ilmu kimia dari fakta fakta alam.  Karakteristik pembelajaran berbasis inkuiri dapat ditunjukkan oleh performa guru dan performa peserta didik yang diuraikan berikut ini. Performa guru dalam pembelajaran berbasis Inkuiri.

Pembelajaran kimia dengan tahapan memulai dari fakta dalam kehidupan sehari hari hingga penerapan ilmu kima dalam kehidupan disajikan dalam pembelajaran IBL dengan  6 tahapan

  1. Discovery Learning, pada tahap ini siswa mengembangkan konsep berdasarkan pengalaman tangan pertama (fokus pada keterlibatan aktif dalam membangun pengetahuan).
  2. Interactive Demonstration, pada tahap ini siswa terlibat dalam penjelasan & prediksi – memungkinkan guru untuk mengidentifikasi dan menghadapi konsepsi alternatif (menangani pengetahuan sebelumnya).
  3. Inquiry Lesson, pada tahap ini siswa mengidentifikasi prinsip dan / atau hubungan ilmiah (kerja sama yang digunakan untuk membangun pengetahuan yang lebih terperinci).
  4. Inquiry Laboratory, pada tahap ini siswa membuat hukum empiris berdasarkan pengukuran variabel (kerja kolaboratif yang digunakan untuk membangun pengetahuan yang lebih terperinci)
  5. Real-world applications, pada tahap ini siswa memecahkan masalah yang berkaitan dengan situasi otentik saat menggunakan pendekatan berbasis masalah dan berbasis proyek.
  6. Hypothetical Inquiry, pada tahap ini siswa menghasilkan hipotesis dan menguji hipotesis/ eksplanasi untuk fenomena yang diamati (pengalaman bentuk sains yang lebih realistis).

Keuntungan pembelajaran dengan Level of inquiry (LOI) adalah

  • Urutan pembelajaran LOI memberikan struktur pembelajaran siswa yang berorientasi pada potensi siswa.
  • Guru dapat dengan lebih cepat merencanakan serangkaian pelajaran yang berorientasi pada penyelidikan yang koheren.
  • Siswa mengalami semua fase penyelidikan yang bergerak dari dasar sampai pada tingkat tinggi.
  • Siswa dapat memahami sains sebagai produk dan proses.

Tahapan pembelajaran berbasis inkuiri ini dapat dilakukan sepenuhnya dari tahap pertama discovery learning sampai tahap enam hypothetical inquiry, namun bisa juga tidak sampai level tertinggi, hal ini disesuaikan dengan karakteristik konten sainsnya.

 

BIMTEK K13 MAPEL KIMIA DAN FISIKA SMA TANGGAL 22-27 JULI

LPMP.  Kegiatan BImtek K 13 yang berlangsung pada hari ini adalah angkatan IX sekaligus angkatan terakhir dari rangkaian kegiatan yang dilakukan.  DIklat ini diselenggarakan oleh PPPPTK BIsnis Pariwisata yang diadakan ditahun terakhir sosialisasi K 13 untuk rangkaian 5 tahun ini.

 

berikut adalah link data peserta   goo.gl/BSrnxf