POS UN 2017 DAN KISI KISI UN

Sahabat blog yang berbahagia.. demi kelancaran dan persiapan UN dan Menghadapi UN bagi anak didik kita. saya share POS  UN 2017 dan  kisi kisi serta tanggal penting.  Monggo…

pos-un-tahun-2017-final

kisi-kisi-un-sma-ma-sederajat-2017

rakor-unbk-jan17-jadwal

bagi ananda yang akan menyiapkan diri un kimia silahkan masuk dalam link blog kami

https://kimiaindah.wordpress.com/2017/01/07/soal-soal-un-kimia/

img-20161129-wa0027

KISAH INSPIRATIF PENEMU LAMPU

Ada saja masyarakat yang tidak faham siapa penemu lampu pijar/ lampu listrik itu. Padahal untuk menemukan suatu ide itu tidak mudah dan penuh dengan perjuangan sebagaimana yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison untuk menemukan ide tersebut.

Thomas Alfa Edison lahir di Milan,Ohio Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847. Sejak kecil sang penemu lampu ini sudah terganggu dengan pendengarannya. Maka ia hanya mengenyam pendidikan formal selama 3 bulan. Kenapa? Karena sang guru tidak sanggup mengajar Tommy (panggilan Thomas Alfa Edison kecil). Sampai gurunya memberikan secarik kertas untuk di berikan kepada ibunya. Isi suratnya mengatakan, “Tommy, anak ibu, sangat bodoh. Kami minta ibu mengeluarkannya dari sekolah,” begitu kata yang di tulis oleh gurunya.

Dengan bimbingan Ibunya, yang mengajar sendiri di rumah. Thomas Alfa Edison dengan leluasa dapat membaca buku-buku ilmiah dewasa dan mulai mengadakan berbagai percobaan ilmiah sendiri. Pada usia 12 tahun ia mulai bekerja sebagai penjual koran, buah-buahan dan gula-gula di kereta api. Kemudian ia menjadi operator telegraf, Ia pindah dari satu kota ke kota lain. Di New York ia diminta untuk menjadi kepala mesin telegraf yang penting. Mesin-mesin itu mengirimkan berita bisnis ke seluruh perusahaan terkemuka di New York.

Penemuan terbesar Thomas Alfa Edison adalah menemukan Lampu Pijar. Ia juga banyak membantu dalam bidang pertahanan pemerintahan Amerika Serikat. Beberapa penelitiannya antara lain: mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, menghentikan torpedo dengan jaring, menaikkan kekuatan torpedo, kapal kamuflase, dan masih banyak lagi. Thomas Alfa Edison dipandang sebagai salah seorang pencipta paling produktif pada masanya, memegang rekor 1.093 penemuan yang dipaten atas namanya.

Tapi, tahukah Anda untuk menemukan suatu penemuan yang benar-benar bermanfaat tidak langsung jadi. Seperti yang dilakukan oleh Thomas Alfa Edison dengan Lampu Pijarnya. Ia mengalami kegagalan sebanyak 9.998 kali. Baru pada percobaannya yang ke 9.999 dia berhasil secara sukses menciptakan lampu pijar yang benar-benar menyala terang. Pada saat keberhasilan dicapainya, dia sempat ditanya: Apa kunci kesuksesannya. Thomas Alfa Edison menjawab, “Saya sukses, karena saya telah kehabisan apa yang disebut kegagalan”. Bayangkan dia telah banyak sekali mengalami kegagalan yang berulang-ulang. Bahkan saat dia ditanya apakah dia tidak bosan dengan kegagalannya, Thomas Alfa Edison menjawab:  “Dengan kegagalan tersebut, saya malah mengetahui ribuan cara agar lampu tidak menyala” Sangat luar biasa, Thomas Alfa Edison memandang kegagalan dari kaca mata yang sangat positif. Kegagalan bukan sebagai kekalahan tapi dipandang dari sisi yang lain dan bermanfaat, yaitu mengetahui cara agar lampu tidak menyala.

Cara pandang positifThomas Alfa Edison, tidak menyurutkan semangat, bahkan tetap mampu meyakinkan orang lain untuk mendanai “Proyek Gagal” nya yang berulang-ulang. Ini juga satu hal yang luar biasa.  Ini menjadikan inspirasi  bagi kita bahwa yang namanya kegagalan sesuatu menuju keberhasilan, maka jangan pernah takut dengan kegagalan.

Kata kebajikan yang dikenang dari Thomas Alva Edison adalah:

“Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras”.

“Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan”.

“Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju”.

Selamat untuk mencoba kegagalan.

Materi kelas x sma semester genap kurikulum 2013

ananda kelas x sma … untuk lebih meningkatkan aktifitasmu dalam belajar…

bisa mendownload beberapa bahan untuk belajar di semester genap

Larutan-electrolit

konsep-redoks

Stoikiometri-kimia

img-20161129-wa0027

Ada sebuah rumah kecil di pingguran kota Bandung. Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat taat beribadah. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ini merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk membiayai hidupnya. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar kalau tempe yang dibuatnya hari itu masih belum jadi, separuh jadi. Kebiasaannya tempe yang akan di jual sudah jadi sebelum pergi. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah memang kesemuanya belum jadi.

Perempuan tua itu merasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tidak akan ada rezekinya pada hari itu. Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang taat beribadah teringat akan firman Allah yang menyatakan bahawa Allah dapat melakukan apa saja yang Allah kehendaki, bahwa bagi Allah tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa,
“Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe.. Amin”

Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Allah pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe. Namun, dia termenung seketika sebab kacang kedelai itu masih tetap. Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi.
“Ya Allah, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe , Amin”.

Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan kecewa karena tempenya masih tetap begitu!!

Sementara itu matahari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mulai didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul. Walau bagaimanapun karena keyakinannya yang sangat tinggi dia putuskan untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah diri pada Allah dan meneruskan pergi ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Tuhan akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar. Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.
“Ya Allah, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini matang. Amin”.

Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin dengan tempenya sekarang sudah jadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada. Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam. Dalam hatinya sudah mulai merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Allh karena doanya tidak dikabulkan. Dia merasakan Allah tidak adil. Allah tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya sumber rezekinya, hasil jualan tempe. Dia akhirnya cuma duduk saja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia merasa bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi.

Sementara itu hari pun semakin sore dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai kurang. Dia melihat ke kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir,
“Ya Allah, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini.”